BerandaNEWSNASIONALBPJS Kesehatan Dukung SATUSEHAT RME untuk Efisiensi Klaim dan Pembiayaan Kesehatan

BPJS Kesehatan Dukung SATUSEHAT RME untuk Efisiensi Klaim dan Pembiayaan Kesehatan

AKTUALINFO | JAKARTA – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran Rekam Medis Elektronik (RME) SATUSEHAT yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan. Langkah integrasi data ini dinilai menjadi solusi atas kendala administratif proses klaim pembiayaan kesehatan yang selama ini dihadapi.

Pujo Waskito mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan saat ini telah bekerja sama dengan sekitar 3.200 rumah sakit dan 23.000 klinik di seluruh Indonesia. Selama ini, proses pengajuan klaim dari fasilitas kesehatan (faskes) kerap menghadapi kendala teknis lantaran data masih disetorkan dalam format dokumen PDF.

“Proses pembiayaannya sangat-sangat banyak mengalami kendala dalam hal klaim. Sering kali klaim dari rumah sakit itu masih disetorkan dalam bentuk PDF. Jadi, kita punya alat untuk membaca PDF itu kemudian masuk ke dalam sistem health financing platform kita,” ujar Pujo Waskito di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Dengan adanya peluncuran RME nasional ini, BPJS Kesehatan langsung menyepakati integrasi sistem dengan platform SATUSEHAT. Sistem RME yang terhubung akan memungkinkan BPJS Kesehatan membaca data rekam medis elektronik secara langsung untuk mempermudah dan mempercepat verifikasi klaim.

Guna meningkatkan kualitas efisiensi layanan, Dirut BPJS Kesehatan mengusulkan agar sistem RME juga menyediakan data batasan klinis atau clinical pathway.

Ia menyarankan agar sistem tersebut memuat kriteria durasi perawatan pasien, hasil medis (outcome), keterlibatan seluruh profesional pemberi asuhan, hingga unsur pembiayaan. Data terintegrasi tersebut diharapkan mampu menjadi panduan bersama untuk melahirkan pelayanan kesehatan yang optimal dengan biaya yang efisien.

Lebih jauh, Pujo menjelaskan visi jangka panjang BPJS Kesehatan untuk menggeser model pembiayaan kesehatan dari yang sebelumnya berbasis kuantitas atau volume (volume-based care) menjadi berbasis nilai manfaat (value-based).

Selama ini, praktik pelayanan kesehatan di lapangan masih didominasi oleh pendekatan berbasis volume karena belum tersedianya sistem remunerasi yang rasional secara nasional bagi para dokter dan tenaga medis, sehingga sebagian pelayanan masih digerakkan oleh kuantitas penanganan pasien.

“Apabila nanti ini sudah terjadi, rekam medis elektronik yang betul-betul terorganisasi dengan baik, maka semua data itu bisa mendukung pelayanan yang lebih value-based,” tegas Pujo Waskito.

Dengan sistem SATUSEHATRME yang terorganisasi secara rapi di masa depan, para dokter diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis pasien. BPJS Kesehatan juga berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi di dalam ekosistem SATUSEHAT demi menyukseskan transformasi teknologi kesehatan nasional. (*)

RELATED ARTICLES

POPULER