AKTUALINFO | JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan persiapan transisi energi nasional. Menjelang berakhirnya masa relaksasi per 30 September 2026, implementasi penuh bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) pada sektor kendaraan siap diberlakukan secara menyeluruh mulai 1 Oktober 2026.
Guna memastikan kesiapan mesin kendaraan masyarakat, Kementerian ESDM memperketat pengujian teknis serta mempererat koordinasi bersama para pelaku industri otomotif.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa pengawasan mutu B50 dilakukan sangat ketat. Parameter ketat diterapkan mencakup penurunan batas maksimum kandungan air hingga peningkatan standar stabilitas oksidasi bahan bakar.
“Sebentar lagi, tanggal 30 September merupakan deadline untuk kita melakukan relaksasi. Jadi seluruh persiapan sosialisasi dan teknis implementasi B50 ini harus benar-benar siap menjelang 1 Oktober,” tegas Eniya saat membuka acara Sosialisasi Aspek Teknis Implementasi B50 Sektor Otomotif di Tangerang Selatan, Selasa (15/9/2026).
Sebagai bukti ketahanan bahan bakar ini, pemerintah bekerja sama dengan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) menggelar uji jalan (road test) kendaraan yang menempuh jarak hingga 100.000 kilometer.
Hingga pertengahan September 2026, kesiapan infrastruktur penyaluran B50 telah menunjukkan progres signifikan.
Sebanyak 6.050 dari total 6.412 SPBU di Indonesia (sekitar 94 persen) telah terjangkau penyaluran B50. Dari 104 terminal titik serah, 76 terminal sudah aktif menyalurkan B50, sementara 28 terminal sisanya dalam tahap akhir transisi dari B40 menuju B50.
Pemerintah terus membuka ruang komunikasi dan diskusi bagi pabrikan otomotif guna mengantisipasi kendala teknis, sehingga masyarakat dapat menikmati BBM ramah lingkungan B50 dengan aman dan nyaman.(*)