AKTUALINFO | Jeneponto, Polemik internal organisasi mahasiswa Islam kembali memanas di Kabupaten Jeneponto. Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat YAPNAS Jeneponto secara terbuka melayangkan desakan keras kepada HMI Cabang Jeneponto untuk segera melaksanakan Pleno persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Desakan ini mencuat menyusul kepengurusan HMI Cabang Jeneponto di bawah kepemimpinan Gunawan Ari Suhud yang dinilai telah mengalami disorientasi parah dan melampaui batas masa konstitusional hingga melewati waktu kepengurusan selama 1 tahun 8 bulan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Komisariat YAPNAS Jeneponto, A. Muh. Aidil Muharram, saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026).
“Pengurus HMI Cabang Jeneponto jelas melanggar konstitusi. Bukan hanya kepengurusan yang melewati batas masa bakti, tetapi jalannya roda organisasi sangat pincang dan jauh dari harapan kader,” ujar pemuda yang akrab disapa Ai tersebut.
Deretan Borok Cabang: Ketua Urus Proyek hingga Bendum Menghilang
Ai membeberkan sejumlah alasan fundamental yang menjadi landasan darurat konstitusional mengapa Konfercab harus segera dilaksanakan. Menurutnya, kepengurusan Cabang Jeneponto saat ini telah mengabaikan pilar-pilar penting organisasi.
Beberapa poin krusial yang disorot meliputi tidak terlaksananya rapat kerja maupun pleno, mandeknya program kerja selama dua tahun terakhir, basic training yang dilemahkan, hingga pelantikan pengurus komisariat yang sengaja ditunda hingga setahun lebih padahal RAK telah lama selesai.
Tak hanya itu, kepengurusan cabang juga diterpa persoalan internal yang pelik. Ketua Cabang dituding lebih sibuk mengurus proyek, sekretaris umum tidak aktif, hingga bendahara umum yang dikabarkan menghilang bertahun-tahun tanpa kejelasan.
“Ini adalah kondisi emergensi yang menjadi landasan konstitusional untuk segera disegerakan Konfercab. Ketua cabang urus proyek, sekum tidak aktif, bendum menghilang bertahun-tahun,” tegas Ai.
Ancam Kirim Surat Resmi, Desak Badko Sulselbar dan PB HMI Turun Tangan
Selain mendesak percepatan Konfercab, HMI YAPNAS menyoroti kemunduran perkaderan yang dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap ruh perjuangan HMI. Pihaknya menegaskan bahwa HMI bukanlah produk instan hasil kongres yang bebas dikelola demi kepentingan politik segelintir pihak.
Atas dasar darurat tersebut, Komisariat YAPNAS mendesak Badan Koordinasi (Badko) HMI Sulawesi Selatan dan Barat (Sulsebar) serta Pengurus Besar (PB) HMI untuk segera mengambil langkah taktis penyelamatan organisasi.
“Kami dari komisariat meminta ketegasan Badko Sulsebar dan Ketum PB HMI untuk menindaklanjuti pernyataan kami dengan mengkarateker HMI Cabang Jeneponto sebagai langkah solutif. Surat resmi segera kami kirim via email ke PB HMI,” pungkas Ai.(*)