AKTUALINFO | MAKASSAR – Belum sehari setelah Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin menemui warga Kandea, Kecamatan Tallo, Makassar, Sabtu (31/10/2026) subuh, informasi tawuran susulan antara kelompok warga Kandea dan Baraya kembali beredar pada Sabtu malam hingga Minggu (1/11/2026) dini hari.
Ironisnya, kawasan Kande merupakan wilayah yang baru saja dikunjungi Kapolda untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus mengajak warga menjaga keamanan dan ketertiban.
Pada Sabtu subuh, Kapolda melaksanakan salat berjamaah di Masjid Nurul Hidayah, Jalan Kandea 3 Poros, Kelurahan Bunga Eja Beru. Didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulsel, ia berdialog dengan masyarakat dan mengimbau warga berperan aktif mencegah gangguan keamanan.
Namun, belum genap sehari setelah kunjungan tersebut, informasi mengenai tawuran Kandea–Baraya kembali muncul melalui media sosial.
Sebelumnya, pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 16.40 WITA, tawuran memang terjadi di tepi Kanal Baraya dan pertigaan Jalan Kandea. Kelompok warga dari Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, dan Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, saling menyerang menggunakan batu, petasan, hingga busur panah.
Polisi sempat membubarkan bentrokan tersebut. Namun, sekitar pukul 17.20 WITA, kedua kelompok kembali terlibat aksi saling serang sebelum akhirnya berhasil dibubarkan aparat.
Kapolsek Bontoala Kompol Abdul Samad sebelumnya mengungkapkan bahwa konflik kedua kelompok warga tersebut telah berlangsung sekitar 30 tahun. Berbagai upaya perdamaian telah dilakukan, tetapi pertikaian masih terus berulang.
Kunjungan Kapolda ke Kandea menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat. Sementara itu, informasi tawuran susulan yang beredar setelah kunjungan tersebut kembali menempatkan keamanan kawasan Kandea–Baraya dalam sorotan.
Sebuah ironi di tengah upaya membangun keamanan. Saat subuh, pesan perdamaian disampaikan langsung oleh pimpinan kepolisian. Namun, ketika malam tiba, kabar tawuran kembali menghampiri kawasan yang sama. (*)