AKTUALINFO | JAKARTA – Apple diperkirakan tidak akan menaikkan harga untuk dua model ponsel kelas atasnya, yakni iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Prediksi ini disampaikan oleh analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, yang menilai Apple kemungkinan mempertahankan harga seperti generasi sebelumnya.
Menurut Kuo, strategi Apple saat ini adalah mengamankan pasokan chip memori dan menyerap kenaikan biaya produksi agar tidak dibebankan kepada konsumen. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Apple menjaga daya saing sekaligus memperluas pangsa pasar di tengah meningkatnya biaya komponen elektronik.
“Hal ini semakin memperkuat kemungkinan bahwa Apple akan mempertahankan harga model iPhone baru yang diluncurkan pada paruh kedua tahun ini,” ujar Ming-Chi Kuo dalam analisanya.
Saat ini, iPhone 17 Pro dijual mulai dari sekitar US$1.099, sementara iPhone 17 Pro Max dibanderol mulai US$1.199. Jika Apple mempertahankan kisaran harga tersebut pada seri iPhone 18 Pro dan Pro Max yang diperkirakan meluncur pada akhir 2026, konsumen berpotensi mendapatkan perangkat terbaru tanpa kenaikan harga.
Analis pasar lainnya, Jeff Pu, juga menguatkan prediksi tersebut. Dalam laporan risetnya pada Februari 2026 yang dikutip MacRumors, Pu menyebut Apple tengah berfokus pada manajemen biaya produksi agar harga produk tetap stabil.
Menurut Pu, Apple bahkan telah melakukan negosiasi dengan produsen memori besar seperti Samsung dan SK Hynix untuk mendapatkan kesepakatan pasokan chip memori yang lebih efisien. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya komponen lain seperti kamera dan layar.
Strategi tersebut dinilai cukup berbeda dengan tren industri saat ini. Banyak produsen ponsel pintar menaikkan harga perangkat mereka akibat lonjakan harga komponen, khususnya memori.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga chip DRAM dan NAND memang mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dari perusahaan teknologi yang membangun infrastruktur server untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada rencana Apple meluncurkan iPhone lipat pertamanya, yang disebut sebagai iPhone Fold. Berdasarkan laporan PhoneArena, perangkat ini diperkirakan akan dijual mulai US$1.999.
Harga tersebut hampir setara dengan Samsung Galaxy Z Fold 7, yang diluncurkan pada 2025 dengan harga awal yang sama. Jika benar demikian, Apple akan langsung masuk ke segmen ponsel lipat premium dengan harga kompetitif.
Untuk kapasitas penyimpanan yang lebih besar, harga iPhone Fold diperkirakan akan meningkat sekitar US$200 setiap kenaikan kapasitas. Artinya, versi 512GB diprediksi dijual sekitar US$2.199, sementara versi 1TB dapat mencapai US$2.399.
Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan harga awal iPhone Fold bisa mencapai US$2.400 atau lebih. Karena itu, jika Apple benar-benar memulai dari harga US$1.999, perangkat ini dinilai cukup kompetitif dan berpotensi menarik minat pengguna di pasar ponsel lipat.
Dengan strategi harga tersebut, Apple diperkirakan akan bersaing langsung dengan sejumlah produsen ponsel lipat lain seperti Samsung, Huawei, Oppo, Xiaomi, dan Honor di pasar global. (**)