AKTUALINFO | MAKALE — Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang, kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap I Tahun 2026 di daerah pemilihannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 10 Februari 2026 di Rumah Tokoh Masyarakat, Kelurahan Botang, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI dalam membumikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan bangsa.
Dalam pemaparannya, Frederik Kalalembang menegaskan bahwa memahami ideologi Pancasila bukan sekadar kewajiban formal, tetapi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. “Pancasila adalah fondasi kita sebagai bangsa. Jika fondasi ini goyah, maka seluruh bangunan kebangsaan bisa ikut terguncang. Karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat, terutama di tengah generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi bersifat konvensional. Arus informasi yang tidak terbendung, polarisasi akibat perbedaan pilihan politik, hingga masuknya ideologi transnasional menjadi ujian serius bagi ketahanan nasional. Dalam konteks itulah, Empat Pilar MPR RI hadir sebagai pengingat sekaligus peneguh arah perjalanan bangsa.
Frederik yang juga dikenal aktif membangun komunikasi lintas komunitas ini menekankan bahwa Pancasila bukan hanya slogan, melainkan pedoman hidup yang harus tercermin dalam sikap toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap hukum dan konstitusi. Ia mengajak masyarakat Toraja untuk terus menjaga harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan daerah tersebut.
“Kita di Toraja dikenal menjunjung tinggi adat, menghormati perbedaan, dan menjaga persaudaraan. Nilai-nilai itu sejalan dengan Pancasila. Jangan sampai kita terpecah hanya karena perbedaan pandangan. Demokrasi boleh berbeda, tetapi persatuan harus tetap di atas segalanya,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan dialog dan tanya jawab bersama masyarakat. Warga yang hadir menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan kebangsaan, pendidikan karakter, hingga peran tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial.
Melalui kegiatan ini, Frederik Kalalembang berharap pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR RI semakin kuat dan mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Negara yang kuat bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi karena rakyatnya memiliki kesadaran ideologis dan komitmen kebangsaan yang kokoh,” pungkasnya. (*)