BerandaNEWSKota Daeng Ulang Tahun, Tapi Lorong-Lorongnya Masih Berperang

Kota Daeng Ulang Tahun, Tapi Lorong-Lorongnya Masih Berperang

AKTUALINFO | MAKASSAR — Hari ulang tahun ke-418 Kota Makassar yang seharusnya menjadi momentum kebanggaan, justru ternoda oleh teriakan warga yang ketakutan. Di tengah panggung hiburan dan pesta rakyat, lorong-lorong di Kecamatan Tallo kembali diselimuti asap dan panah yang beterbangan.

Perang kelompok pecah lagi, kali ini di kawasan Pekuburan Beroanging, Jumat (8/11/2025) dini hari. Dua kelompok warga dari Kampung Sapiria dan Kampung Borta terlibat bentrok dan saling serang menggunakan batu, busur, dan petasan. Suasana berubah mencekam, percikan api dari petasan bahkan sempat menyalakan kobaran kecil di permukiman padat penduduk.

“Setiap malam kami was-was mendengar bunyi ledakan dan anak panah melesat di udara. Anak-anak ketakutan. Polisi seperti hanya menonton,” keluh Mansyur Hamma, warga Tallo yang mengaku kesal karena setiap malam hal itu terjadi.

Kondisi ini memperlihatkan betapa rapuhnya rasa aman di jantung Kota Daeng. Padahal, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro baru saja duduk di kursi jabatannya. Namun, harapan masyarakat agar ada gebrakan nyata dari kepolisian dalam memutus siklus kekerasan tampak belum terwujud.

Bentrok di Beroanging hanyalah satu dari rangkaian kekerasan yang terus berulang di wilayah yang sama, Lembo, Layang, hingga Rappokalling. Semua punya pola identik, malam hari, dua kelompok saling serang, dan aparat datang setelah suasana porak poranda.

Warga pun mulai lelah berharap. Mereka menilai penanganan kepolisian hanya bersifat reaktif tanpa langkah strategis. “Kalau setiap tahun lokasi dan pelakunya sama, berarti sistem pengamanannya gagal total,” ujar seorang tokoh masyarakat Tallo yang enggan disebut namanya.

Tragedi ini menjadi potret buram Makassar hari ini, kota yang dikenal dengan slogan “Smart City” tapi gagal memberi rasa aman di lorong-lorongnya sendiri. Pemerintah dan aparat keamanan diminta berhenti memberi janji di depan kamera, dan mulai menunjukkan kerja nyata di lapangan.

Ulang tahun kota semestinya dirayakan dengan harapan, bukan ketakutan. Busur dan batu tak seharusnya menjadi irama malam Makassar. Yang dibutuhkan warga bukan sekadar patroli seremonial, melainkan kehadiran aparat yang benar-benar mampu mengakhiri perang kelompok yang telah mencoreng wajah Kota Daeng selama bertahun-tahun.

Pagi tadi salah satu rangkaian HUT Kota Makassar dilakukan dengan gerak jalan sehat di Jalan Penghibur Kota Makassar. Semarak, tapi harusnya jadi momentum meredakan konflik antar wilayah. Semoga terwujud….!(**)

RELATED ARTICLES

POPULER