
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan dan keterangan Walhi Bengkulu, berikut rangkaian kejadian sejak pagi hingga insiden penembakan:
-
10.00 WIB
Petani Pino Raya kembali mendapati pihak PT ABS menggunakan bulldozer untuk meratakan tanaman milik mereka. Ini disebut sebagai kejadian ketiga kalinya dalam satu hari. -
10.45 WIB
Keributan terjadi antara petani dan pihak perusahaan. Warga meminta aktivitas bulldozer dihentikan, namun pihak perusahaan menolak pergi. -
12.00 WIB
Ketegangan memuncak. Massa petani mengepung pihak perusahaan di area sengketa. -
12.45 WIB
Seorang petugas keamanan perusahaan bernama Ricky diduga menembak seorang petani bernama Buyung, yang terkena peluru di bagian dada. -
13.00 WIB
Setelah menembak Buyung, Ricky melarikan diri sambil melepaskan tembakan ke arah belakang. Empat petani lain ikut tertembak:-
Linsurman, terkena di bagian lutut
-
Edi Hermanto, terkena di paha
-
Santo, terkena di rusuk bawah ketiak
-
Suhardin, terkena di betis
-
-
13.00 WIB
Warga langsung mengejar Ricky yang berusaha kabur dari lokasi. -
13.15 WIB
Beberapa warga mengevakuasi lima korban penembakan ke rumah sakit terdekat, sementara sebagian lainnya tetap di lokasi untuk mengamankan pelaku dan senjata api yang diduga digunakan dalam penembakan.
Tuntutan Warga dan Penanganan Kasus
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT ABS maupun kepolisian. Warga meminta kasus ini segera ditangani secara serius karena menyangkut tindakan kekerasan bersenjata di tengah konflik agraria yang sudah berlarut-larut.
Walhi Bengkulu mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa pelaku, manajemen perusahaan, serta memastikan perlindungan bagi masyarakat yang selama ini memperjuangkan hak atas tanah mereka. (**)