BerandaNEWSSosialisasi Empat Pilar di Luwu Timur, Frederik Kalalembang Dorong Negara Hadir untuk...

Sosialisasi Empat Pilar di Luwu Timur, Frederik Kalalembang Dorong Negara Hadir untuk Rakyat

AKTUALINFO | SOROWAKO — Upaya memperkuat pemahaman kebangsaan di tengah masyarakat terus dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI). Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Mireya Hotel Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Senin 8 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Frederik Kalalembang menekankan bahwa Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar konsep normatif, melainkan nilai hidup yang harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini menuntut seluruh elemen masyarakat untuk kembali menguatkan fondasi persatuan, hukum, dan keadilan sosial.

Kegiatan berlangsung interaktif dan hidup. Peserta yang berasal dari berbagai latar belakang masyarakat Sorowako dan sekitarnya aktif menyimak sekaligus terlibat dalam sesi dialog. Suasana audiensi terlihat cair, dengan diskusi yang mengalir dan penuh antusiasme, mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap isu-isu kebangsaan dan kenegaraan.

Salah satu peserta bernama Maya Rahmania (36), mengajukan pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai Empat Pilar di tengah realitas sosial yang dihadapkan pada tantangan ekonomi, perbedaan pandangan, serta dinamika hukum di masyarakat. Maya menanyakan bagaimana peran negara dan wakil rakyat dalam memastikan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.

Menanggapi hal tersebut, Frederik Kalalembang menjelaskan bahwa penerapan Empat Pilar harus dimulai dari keteladanan penyelenggara negara, penegakan hukum yang adil, serta keberpihakan pada kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh absen dalam melindungi warganya, baik dalam aspek hukum, keamanan, maupun keadilan sosial. “Empat Pilar akan hidup jika negara hadir dan masyarakat ikut menjaga nilai persatuan serta saling menghormati,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Frederik berharap masyarakat Sorowako dan Kabupaten Luwu Timur semakin memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Ia menilai dialog seperti ini penting sebagai ruang bertukar gagasan antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (*)

RELATED ARTICLES

POPULER