BerandaNEWSTawuran Bersenjata Pecah di Jalan Urip Sumoharjo, Warga Resah dan Keamanan Dipertanyakan

Tawuran Bersenjata Pecah di Jalan Urip Sumoharjo, Warga Resah dan Keamanan Dipertanyakan

AKTUALINFO | MAKASSAR — Aksi tawuran kelompok kembali pecah di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, pada Sabtu (31/1/2026) malam. Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak jelas para pelaku tidak sekadar saling kejar, tetapi membawa senjata tajam, balok kayu, hingga busur panah, menjadikan jalan protokol tersebut layaknya arena perang terbuka di tengah kota.

Rekaman video menunjukkan situasi mencekam. Sejumlah pemuda terlihat mengayunkan senjata tajam, mengokang busur, dan melempar benda keras di tengah arus lalu lintas. Pengendara panik, warga berhamburan menjauh, sementara tidak satu pun aparat kepolisian terlihat di lokasi saat tawuran berlangsung, meski kejadian terjadi cukup lama.

Kondisi ini memicu kemarahan publik. Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar menjadi sasaran kritik tajam. Tawuran yang berulang, kini dengan senjata berbahaya, dinilai menunjukkan kegagalan serius dalam menjaga rasa aman masyarakat.

“Ini sudah bukan tawuran biasa, ini sudah pakai senjata tajam dan busur. Kalau ada korban jiwa baru aparat datang?” tulis seorang netizen. Komentar lain menyebut, “Makassar ini kota besar, tapi keamanannya kalah sama kampung kecil. Tawuran bersenjata dibiarkan.”

Nada lebih keras muncul dari warganet lainnya. “Busur panah dipakai di jalan raya, itu sudah ancaman nyawa. Polisi ke mana? Jangan tunggu viral baru bergerak,” tulis akun lain. Ada pula yang menuding pembiaran, “Kalau kejadian begini terus, kesannya memang dibiarkan.”

Sebagian netizen bahkan menilai tawuran di Makassar sudah seperti tradisi gelap yang tak pernah benar-benar diberantas. “Setiap tahun, setiap wilayah, polanya sama. Tawuran, viral, reda, lalu terulang. Tidak ada efek jera,” tulis komentar lain yang mendapat banyak dukungan.

Kemarahan publik juga mengarah pada dampak citra kota. “Makassar jadi terkenal bukan karena prestasi, tapi karena tawuran dan busur. Malu sebagai warga,” tulis seorang netizen. Komentar lain menambahkan, “Siapa mau investasi atau datang kalau jalan utama saja tidak aman?”

Masyarakat menuntut aparat tidak lagi bersikap reaktif dan normatif. Patroli nyata, penindakan tegas, dan pembongkaran jaringan pelaku tawuran bersenjata dinilai mendesak dilakukan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, publik khawatir Makassar bukan hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga kehilangan wibawa sebagai kota besar. (**)

RELATED ARTICLES

POPULER