AKTUALINFO | MAKASSAR — Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa. Seorang montir bernama Djufri (43) tewas setelah tersengat listrik saat mengecat atap sebuah bangunan bertingkat di Pondok Hana, Jalan Bung Permai, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Jumat (30/1).
Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban tengah bekerja di bagian atap bangunan. Djufri diduga menyentuh kabel listrik yang terbuka dan tidak terbungkus dengan baik, sehingga menyebabkan sengatan listrik bertegangan tinggi. Korban langsung terkapar di atas atap dan tak sadarkan diri.
Kejadian ini sontak mengejutkan rekan kerja korban dan warga sekitar. Proses penyelamatan pun segera dilakukan dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran, tim medis, serta aparat kepolisian.
Detik-detik Djufri Tersengat Listrik
Menurut keterangan saksi mata sekaligus rekan kerja korban, Akbar, Djufri datang ke lokasi untuk menyelesaikan pekerjaan pengecatan. Setelah pembagian tugas, korban memilih mengecat bagian atap bangunan.
Saat sedang fokus bekerja, Djufri tanpa sengaja menyentuh kabel listrik terbuka. Sengatan keras membuat tubuhnya terpental dan tergeletak tak berdaya di atas atap lantai tiga pondok.
Melihat kondisi tersebut, Akbar langsung menghubungi pemilik pondok, Hanna. Laporan kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas Polsek Tamalanrea untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban berada di atas atap dan diduga menyentuh kabel listrik yang tidak terbungkus dengan baik, sehingga tersengat dan langsung terkapar,” ujarnya.
Evakuasi Dramatis di Atap Lantai Tiga
Evakuasi korban berlangsung dramatis karena posisi Djufri berada di atap lantai tiga. Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmat Makassar, Ismail Abdullah, menyebut proses penyelamatan cukup berisiko.
Selain berada di ketinggian, tim juga harus ekstra hati-hati karena masih terdapat kabel listrik di sekitar lokasi, meskipun aliran listrik telah diputus. Kondisi angin yang cukup kencang turut menyulitkan evakuasi.
“Korban ditemukan dalam posisi terlentang di atap. Kami ikat dan evakuasi menggunakan tandu, lalu langsung dibawa ke RSUD Daya,” kata Ismail.
Sebanyak lima personel Damkarmat dibantu tim medis puskesmas setempat serta ambulans RSUD Daya dikerahkan dalam proses evakuasi tersebut.
Nyawa Tak Tertolong, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
Meski sempat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, nyawa Djufri tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di RSUD Daya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi mendalami kemungkinan kelalaian instalasi listrik, termasuk tanggung jawab pemilik bangunan, serta aspek keselamatan kerja di lokasi kejadian.
Insiden ini kembali menjadi pengingat serius akan pentingnya keselamatan kerja, khususnya bagi pekerja yang beraktivitas di ketinggian dan berdekatan dengan instalasi listrik. Pemeriksaan rutin kabel, standar keamanan bangunan, serta penggunaan alat pelindung diri dinilai mutlak untuk mencegah tragedi serupa. (**)