AKTUALINFO | Makassar, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan memperkuat sinergi untuk memastikan mutu dan keamanan alat serta obat kontrasepsi (alokon) digunakan masyarakat.
“Penguatan pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana (KB) sekaligus mendukung terwujudnya keluarga berkualitas dan generasi emas Indonesia 2045,” kata Kepala BBPOM di Makassar Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan di Makassar , Rabu (26/8/2026)
Dia mengatakan mutu alokon harus dijaga sepanjang rantai pelayanan, mulai dari pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga penggunaannya di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dia menjelaskan pengawasan obat dan alat kontrasepsi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar masyarakat mendapatkan produk yang memenuhi standar mutu, keamanan dan manfaat.
BKKBN Sulsel mendorong penguatan koordinasi dengan BBPOM Makassar melalui forum bersama yang melibatkan pemangku kepentingan terkait pelayanan KB. Forum tersebut menjadi wadah menyinergikan pengawasan obat, alat kontrasepsi, kapasitas tenaga kesehatan, serta standardisasi fasilitas pelayanan KB.
Kerja sama tersebut juga diarahkan pada pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) mengenai keamanan obat dan pangan kepada masyarakat. BKKBN memiliki jejaring kader hingga tingkat lapangan yang dinilai dapat memperluas jangkauan masyarakat.
Selain pengawasan, sinergi BBPOM dan BKKBN mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan layanan kontrasepsi.
Langkah tersebut dinilai penting karena kualitas pelayanan KB tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat kontrasepsi, tetapi juga oleh jaminan bahwa yang digunakan masyarakat aman, bermutu dan sesuai ketentuan.
Untuk memperkuat pelaksanaan program, sejumlah langkah awal disiapkan, antara lain penyusunan rencana tindak lanjut, penguatan legalitas Forum Koordinasi Tim Pengendali Mutu Pelayanan KB tingkat provinsi, serta pemantauan dan evaluasi secara berkala.
Kedua lembaga juga mendorong bimbingan teknis terpadu ke fasilitas pelayanan kesehatan sehingga tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang semakin baik terkait pengelolaan dan penggunaan obat serta alat kontrasepsi.
Pengawasan mutu alokon sebelumnya juga telah menjadi bagian dari peran BBPOM Makassar melalui kegiatan sampling dan pengawalan mutu obat kontrasepsi bersama BKKBN.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan KB di Sulsel sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari penggunaan obat dan alat kontrasepsi yang tidak memenuhi persyaratan.
Pada akhirnya, penguatan pengawasan obat dan alat kontrasepsi bukan hanya menyangkut aspek kesehatan saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun keluarga berkualitas dan menyiapkan sumber daya manusia Sulsel yang sehat dan produktif menuju Generasi Emas 2045.(*)