AKTUALINFO | JAKARTA — Tiga pilar utama pertahanan dan informasi Indonesia menggelar rapat konsolidasi berskala besar guna memperkuat ketahanan digital nasional.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) M. Herindra, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, serta Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi duduk bersama dalam Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat (Kominpus), Rabu (16/9/2026).
Pertemuan ini mencatatkan sejarah baru sebagai Rapat Kominpus pertama yang diselenggarakan di luar markas BIN, dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bertindak sebagai tuan rumah perdana. Forum strategis ini turut dihadiri unsur intelijen, pertahanan, hingga penegakan hukum dari jajaran TNI, Polri, dan Kementerian Pertahanan.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa akselerasi transformasi digital yang pesat harus dibarengi dengan kesiapan benteng pertahanan siber yang tangguh. Pengamanan ruang digital tidak lagi bisa dikerjakan secara parsial oleh satu lembaga saja.
“Keamanan ekosistem digital nasional merupakan tanggung jawab bersama.
Perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan kemampuan mendeteksi, mencegah, dan merespons berbagai potensi ancaman,” tegas Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat.
Fokus utama dalam konsolidasi ini mengincar percepatan dan penindakan tegas terhadap maraknya konten negatif di ruang publik digital. Mulai dari jerat judi online, penyebaran paham terorisme, pornografi anak, peredaran narkoba, hingga gempuran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian (DFK).
Dengan penguatan sinergi data intelijen BIN, proteksi siber BSSN, serta eksekusi regulasi dari Kemkomdigi, pemerintah optimistis dapat membangun ruang digital Indonesia yang sehat, aman, dan tepercaya demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(*)