JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, menilai pesan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan, jabatan, dan kepercayaan rakyat harus dipahami sebagai arahan kepada seluruh kader untuk bekerja maksimal menjawab mandat yang diberikan masyarakat pada Pemilu 2024.
Menurut Frederik Kalalembang, substansi yang disampaikan AHY bukan mengarahkan kader Partai Demokrat untuk terburu-buru berbicara mengenai Pemilu 2029. Sebaliknya, pesan tersebut merupakan pengingat bahwa kepercayaan rakyat yang diperoleh pada 2024 harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata selama masa pengabdian saat ini.
“Kekuasaan ada masanya, jabatan ada waktunya, dan selama waktu itulah kita harus menjawab kepercayaan rakyat. Bagi saya, inilah substansi yang ingin ditekankan Ketua Umum kepada seluruh kader Partai Demokrat,” kata Frederik.
Posisi di Legislatif Adalah Amanah Rakyat
Ketua Departemen Politik dan Keamanan Partai Demokrat itu mengatakan, kader Demokrat yang saat ini mendapat kepercayaan sebagai anggota DPR RI, DPRD, kepala daerah maupun berada di pemerintahan harus memahami bahwa posisi tersebut merupakan amanah yang lahir dari kepercayaan masyarakat.
Karena itu, lanjut Frederik, yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh kader menggunakan masa pengabdian tersebut untuk hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan kepentingan rakyat dan membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan pada 2024 tidak salah.
“Kita hadir hari ini karena kepercayaan rakyat pada 2024. Jadi yang harus kita pikirkan adalah bagaimana membalas kepercayaan itu dengan kerja. Bukan kemudian semua pekerjaan hari ini diterjemahkan semata-mata sebagai persiapan menuju 2029,” ujarnya.
Frederik menilai, munculnya tafsir bahwa pernyataan AHY merupakan ancang-ancang menghadapi Pemilu 2029 tidak menggambarkan keseluruhan substansi pesan yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat.
Menurut dia, pembicaraan mengenai 2029 tidak bisa dilepaskan dari bagaimana kader maupun pejabat publik mempertanggungjawabkan amanah yang sedang diemban saat ini.
“Tidak akan ada pembicaraan tentang kepercayaan rakyat pada 2029 kalau kepercayaan yang diberikan pada 2024 tidak kita jaga. Titik awalnya adalah 2024. Hari ini adalah waktu kita bekerja, sedangkan 2029 adalah penilaian rakyat terhadap apa yang sudah kita kerjakan,” tegasnya.
Pesan AHY Untuk Semua Kader Demokrat
Frederik mengatakan, pesan tersebut seharusnya menjadi perhatian seluruh kader Partai Demokrat. Lima tahun masa kepercayaan rakyat bukan sekadar rentang waktu politik, melainkan kesempatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menilai, apabila kader hanya menjadikan masa jabatan sebagai ruang mempersiapkan kontestasi berikutnya, maka esensi kepercayaan rakyat justru akan kehilangan maknanya.
Sebaliknya, kata Frederik, apabila masa pengabdian digunakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, memperjuangkan aspirasi rakyat dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya, maka masyarakat sendiri yang akan memberikan penilaian pada waktunya.
“Jangan dibalik seolah-olah semua yang kami kerjakan sekarang semata-mata untuk 2029. Kami bekerja karena ada mandat rakyat pada 2024. Lima tahun inilah waktu yang diberikan kepada kita untuk membuktikan bahwa kepercayaan itu menghasilkan sesuatu bagi masyarakat,” katanya.
Frederik Kalalembang : AHY Ingin Kita Fokus
Frederik juga melihat pesan AHY sebagai penegasan agar kader Demokrat tetap fokus pada persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Sedikitnya, kata dia, terdapat tiga bidang yang harus menjadi perhatian besar kader Demokrat, yakni ekonomi, keadilan dan demokrasi.
Di bidang ekonomi, kader Demokrat diharapkan mampu mendorong kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan dan kehidupan masyarakat. Sementara dalam aspek keadilan, negara harus memastikan setiap warga memperoleh perlakuan dan kesempatan yang setara.
Adapun demokrasi, menurut Frederik, harus terus dijaga agar suara, aspirasi dan hak masyarakat tetap menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan.
“Ekonomi harus benar-benar menyentuh kesejahteraan rakyat, keadilan harus dirasakan semua lapisan masyarakat, dan demokrasi harus memastikan suara rakyat tetap dihormati. Tiga hal ini tidak cukup hanya disampaikan dalam pidato, tetapi harus terlihat dalam kerja sehari-hari,” jelasnya.
Frederik juga mengapresiasi kepemimpinan AHY yang dinilainya memiliki pola kerja terstruktur, fokus dan terarah dalam melihat berbagai persoalan bangsa.
Menurutnya, karakter AHY yang relatif tenang dalam menyampaikan pandangan tidak dapat dijadikan ukuran untuk menilai kapasitas kepemimpinannya. Sebaliknya, Frederik melihat AHY memiliki kemampuan memahami persoalan dan mengarahkan organisasi melalui pola kerja yang sistematis.
Karena itu, Frederik meminta semua Partai politik juga bisa menangkap secara utuh pesan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut dan menjadikannya sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Pesannya sangat jelas. Kekuasaan ada masanya dan jabatan ada waktunya. Maka selama kesempatan itu ada, gunakan untuk bekerja. Amanah rakyat 2024 harus kita jawab sekarang melalui kerja nyata. Setelah itu, biarkan rakyat yang menilai,” pungkas Frederik.
Ditambahkan, kalau ada pihak atau partai lain yang menafsirkan pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai ancang-ancang menuju Pemilu 2029, menurut Frederik penafsiran tersebut keliru karena tidak melihat dan memaknai keseluruhan isi pidato beliau.
“Sebagai kader Partai Demokrat, pesan yang saya tangkap justru sangat jelas, yakni jangan menunggu 2029 untuk bekerja. Amanah yang diberikan rakyat pada Pemilu 2024 harus dijawab dengan kerja nyata hari ini,” terangnya.(*)